Industri Pendidikan memproduksi budak kapitalis
July 22nd, 2008 by liberation-knightPara terjajah sekuat- kuatnya mengusir para kolonial, setelah keluar, kemudian berbalik badan bergenggaman tangan mengambil racun-racun pemberian imperialis untuk ditelan.
Benar bahwa kebodohan adalah lahan subur bagi kolonialisme. Oleh karenanya Imperialis barat dulunya, begitu ngotot ingin membuat bangsa ini tetap dalam keadaan bodoh. Karena memelihara kebodohan berarti menjaga dominasi atas negeri yang terjajah, yang jika dibaca dengan kacamata kapitalisme adalah melestarikan penindasan dan pemerahan atas sebuah masyarakat yang terjajah demi kemakmuran masyarakat penjajah, lebih khususnya para elit yang terdiri dari para penguasa dan pemilik modal. Pilitik etis munafik yang digulirkan hanyalah demi pemenuhan nafsu untuk mengeruk keuntungan dari penderitaan kaum terjajah. Memang benar bahwa pada akhirnya anak-anak negeri ini mampu menjadi ‘pintar’ dengan secangkir anggur hitam kebaikan para penjajah. Dan lebih hebatnya lagi, pada akhirnya penduduk pribumi menyeret keluar kuku penjajahan dari bumi pertiwi dengan cara apapun.
Tapi justru dengan anggur hitam pemberian penajah itulah, kemudian menjadikan bumiputra terperosok dalam penjajahan yang lebih sadis. Sebuah Pejajahan sistematis yang mejadikan para terjajah merasa merdeka. Bahkan dengan latang meneriakanya demi sebuah kemajuan, demi mengejar peradaban dan demi slogan- slogan gagah atas dasar persamaan ras manusia. Akhirnya putra-putri negeri berbodong-bondong menuju tempat-tempat yang orang banyak menyebutnya sebagai pusat ilmu. Menyerbu demi mendapatkan sesuatu yang dapat mengantarkan mereka dipandang sebagai bangsa beradab di hadapan para kolonialis yang dulu dan sampai saat ini menghisap keringat beserta darahnya. Dengan penuh suka cita anak negeri ini dididik bukan untuk menjadi sebuah msayarkat yang benar- benar merdeka, tetapi dididik untuk melestarikan penajajahan. Bahkan sebagian merasa sangat bangga, sambil tersenyum penuh kepuasan menjadi antek- antek para penjajah yang terus mengangkangkan kaki kolonialismenya di tanah yang telah digenangi keringat dan darah para pendahulunya akibat ditumpahkan oleh pejajah.
Para pemuda –pemudi telah dibuai dengan kepalsuan, iming- iming, mainan- mainan yang diulurkan para penjajah agar merasa tenang dan nyaman dalam melayani para tuan pejajah, agar sukarela menjadi antek antek kapitalisme. Menjadi para individu yang sangat indivdualis, bergerak demi kesengangan sendiri. Dididik menjadi ahli yang kemudian dijadikan sebagai alat oleh kapitalis imperialis untuk mengeruk sumberdaya terjajah demi kemakmuran para imperialis. Sementara para kapitalis imperialis semakin ganas mnghisap keringat dan darah sudara-sudaranya yang lain hinga kering. Para terdidik yang yang sedang dididik, malah asik mengaggumi, mendiskusikan dan meperbincangkan dan berusaha sekuat tenaga mendapatkan mainan-maianan yang dijajakan oleh para kapitalsi yang tentunya tidak dengan gratis, tapi harus mengabdi dan mejadi antek- anteknya bila perlu seumur hidupnya. Sungguh memalukan. Lebih memuakan lagi. Dalam keasyikanitu, lupa dengan lingkunganya, lupa dengan sudaranya yang telah sekarat karena tidak kamasukan makanan karena kemiskinan, sementara dirinya menghamburkan sekian banyak kekayaan yang didapat dari mengabdi kepada kapitlis keparat, hanya utuk sebuah maianan yang melenakan, lupa pula dirinya telah mejadi orang yang terjajajah. Tak sadar pula kalau dirinya telah menjadi antek-antek penjajah Bajingan!
Logis saja jika pendidikan, generasi muda, para penerusnya yang telah menjadi kacrut akibat racun kolonialisme yang dimakanya dalam bangku- bangku sekolah, di sebuah sekolah yang tidak mengajarkan kemerdekaan hakiki, tetepai mengajakan kemerdekaan untuk secara rela mengabdi kepada penjajah dengan tulus ikhlas sepenuh hati. Racun-racun isme yang telah dicekokan sejak masa belia dan terus mengakar dalam urat-urat di batok kepalanya, sehingga mejadi para manusia jahil di abad teknologi.
Jika anda yang sedang membaca ini setuju dengan realitas ini, silahkan renungi dan segera sadarlah, sehingga Anda bisa menjadi pera pahlawan sejati, para pembela yang akan dihormati seluruh penduduk langit dan bumi. Dan siap siaplah untuk memeras keringat dan tenaga, bahkan bila perlu darah, bukan untuk dipersembahkan kepada kapitalis pejajah keparat itu, tetapi dipersembahkan untuk mewujudkan kemerdekaan hakiki dan perbudakan oleh manusia. Karena kehidupan anda akan lebih berat, lebih berat karena disamping hidup dalam cengkeraman kapitalis, hidud bekerja untuk menyambung hidup, anda harus mengerahkan tenaga untuk melawan bajingan-bajingan itu.
Jika anda tidak setuju, jika anda ingin memaki tulisan ini, silahkan maki sepuas-puasnya, tetapi sungguh makian itu tidak akan berpengaruh tehdapa realitas bahwa anda adalah budak system, budak kapitalis, dan tidak merubah kenyataan bahwa anda jongosnya pejajah, atau lebih parah lagi, antek imperialis.